Kota Tangerang –
Kumparan88news.com.-
Ajaran Tao mengingatkan agar kita tidak hanya sibuk mengurus urusan dunia, tetapi juga menjaga kesehatan jiwa dan keselarasan dengan lingkungan, hal ini sejalan dengan ajaran Jawa untuk menjaga keseimbangan antara lahir dan batin, agar hidup tidak berat sebelah.
Adapun ” Malam 1 Suro dalam Filosofi Jawa dan Tao yaitu mengenang leluhur dan memohon berkah Tuhan dimana Tao mengajarkan menghormati hukum alam.
Refleksi Malam 1 Suro, momentum memperbaiki diri dan menata masa depan, sama seperti ajaran Tao yang mengajarkan membuang sifat berlebih dan keserakahan, malam ini kita dibersihkan dari sifat iri hati, dengki, sombong, dan segala perasaan negatif.
Dalam falsafah Jawa dikatakan: “Rasa iku kuncine” hati yang bersih adalah kunci kedamaian, dimana malam 1 Suro merupakan salah satu momen penting dalam tradisi spiritual masyarakat Jawa dan Nusantara. Tidak sekadar menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, malam yang sakral ini mengandung nilai-nilai filosofi yang mendalam tentang kehidupan, introspeksi diri, serta hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut Suhu Jony Tan, Malam 1 Suro menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perenungan, penyucian batin, serta memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Penyucian Diri dan Introspeksi Batin
Dalam ajaran spiritual Jawa, Malam 1 Suro dipandang sebagai momentum membersihkan diri dari berbagai sifat negatif seperti iri hati, dengki, kesombongan dan hawa nafsu yang berlebihan, Sama seperti ajaran Tao yang mengajarkan membuang sifat berlebih dan keserakahan, malam ini kita dibersihkan dari sifat iri hati, dengki, sombong, dan segala perasaan negatif. Dalam falsafah Jawa dikatakan: “Rasa iku kuncine” — hati yang bersih adalah kunci kedamaian.
Falsafah Jawa mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam bersikap melalui ungkapan, *“Sadurung tumindak, pikir dhisik; sadurung ngucap, rasakna dhisik”* yang berarti sebelum bertindak hendaknya berpikir terlebih dahulu dan sebelum berbicara hendaknya mempertimbangkannya dengan hati nurani.
Nilai tersebut menjadi pedoman agar setiap manusia mampu menjaga ucapan, tindakan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenang Leluhur dan Melanjutkan Warisan Kebaikan
Malam 1 Suro juga menjadi saat yang tepat untuk mengenang jasa para leluhur.
Penghormatan kepada leluhur bukanlah sekadar tradisi, melainkan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kebajikan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui perenungan ini, masyarakat diajak untuk melanjutkan jejak kebaikan para pendahulu dengan menjunjung tinggi kejujuran, kebijaksanaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menjaga Keseimbangan Lahir dan Batin
Falsafah Jawa menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan lahiriah dan batiniah. Pergantian tahun Jawa menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari ketenangan jiwa, kedamaian hati serta kemampuan menjaga harmoni dengan sesama dan lingkungan.
Dengan keseimbangan tersebut, manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih bijaksana dan bermakna.
Memohon Perlindungan dan Petunjuk Tuhan
Malam 1 Suro juga diyakini sebagai waktu yang penuh kekhusyukan untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pada malam yang sakral ini, masyarakat memohon perlindungan, keselamatan, kesehatan, rezeki yang berkah serta petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang benar.
Semangat spiritual tersebut mengajarkan pentingnya sikap tawakal, rendah hati dan senantiasa berserah diri kepada kehendak Tuhan”Mari jadikan Malam 1 Suro sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, mempertahankan segala kebaikan yang telah dimiliki, serta melangkah ke depan dengan semangat andhap asor, wani ngadhepi, lan eling marang Gusti, rendah hati, berani menghadapi tantangan dan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Suhu Jony Tan.
Menutup refleksi Tahun Baru Jawa ini, Suhu Jony Tan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum 1 Suro sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual, persaudaraan dan kebajikan demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Sugeng Warsa Enggal 1 Suro. Semoga Tuhan Yang Maha Esa (Thian Tee Kong) senantiasa melimpahkan rahmat, keselamatan, kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan kepada seluruh umat manusia sepanjang tahun yang baru.
Sumber: Suhu Jony Tan
Yayasan Ceng It Thian Kun Bio – Dewa Han Tan Kong.









