Kisah Pilu Viki & Tere, Harus Berjuang Menjadi Bagian Dari Tulang Punggung Keluarga di Usia Belia

Minggu, 16 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG.–

Kumparan88news.com.–

Anak dari seorang warga Kelurahan Sikumana jalan Beringin Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT, di tengah sulit nya ekonomi harus bekerja keras menjadi bagian dari tulang punggung keluarga.

Sebagai mana diketahui “Veki Yerson Leli bersama adek Tere Siajab, anak yang masih dibawah 13 tahun pada umumnya hanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, namun yang terjadi hal itu berbeda dengan anak anak di daerah Kupang lainnya.

Kendati Veki bersama adiknya Tere meski di usianya yang tergolong masih sangat muda, dia harus bekerja mencari nafkah untuk membantu ayahnya mencari biaya kehidupan di himpitan ekonomi sekarang ini yang makin sulit, keseharian Veki bersama adiknya Tere harus berjuang keras berdagang keliling kampung menjual Jagung rebus dan tentunya seusia mereka saat ini sungguh miris dan menjadi suatu keprihatinan yang mendalam untuk kita bersama.

“Meki Aluna selaku orang tua Veki dan Tere setiap harinya hanya bekerja sebagai tukang ojek yang berpenghasilan pas pasan, namun syukurlah” Veki bersama Tere selama berjualan jagung rebus teman teman nya seusianya , tidak ada teman yang mem-bully, karena teman-temannya tahu kondisi ekonomi Viki bersama keluarga, bahkan ada teman yang kadang membantu berjualan.

Rumah kos petakan tempat dia berteduh dan hal ini yang membuat Viki dan Tere ingin membantu kedua orang tua nya, walaupun sebenarnya anak sebesar itu seharusnya sedang senang-senang bermain bersama teman – temannya, akan tetapi dia malah justru mencari nafkah untuk membantu keluarga berjuang jagung rebus.

Dan menjadi keprihatinan untuk kita bersama oleh sebab itu kepada Pemangku kepentingan dan Kebijakan daerah seyogyanya agar dapat membantu meringankan beban kehidupan mereka terlebih bantuan dari Negara, sebab anak seusia dini yang menjadi tulang punggung keluarga rentan akan kehilangan hak-haknya, untuk itu sangat penting untuk diperhatikan karena kondisi yang dialami anak-anak ini berjangka panjang, sehingga bantuannya pun juga harus berkelanjutan.

Baca Juga:  Kefas Hervin Devananda,S.Th. Sebagai Narasumber di Acara Seminar Belanegara SKP

( Yandri )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Terkesan Menutup Mata Dan Telinga Terhadap Keluhan Masyarakat
Ketua Umum Faju Nusantara Raden Bagus Satria S.H.,M.H: angkat bicara terkait berita yang lagi viral
Dewan Pengawas Pusat WRC” Habib Muchdar Tegaskan Dirjenpas Kalsel Mulyadi Untuk Intensifkan Razia dan Pengawasan Lapas !
*Perdamaian Kekeluargaan Warnai Klarifikasi Video Viral di Desa Mulya Agung*
*Saat Kunjungi Polda Kalsel “Habib Aboe Bakar : Kita Dorong Reformasi Polri Serta Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Guru Sekumpul 2025.*
Revitalisasi SMKN 1 Kebun Tebu Kian Janggal: Kusen Lama, Adukan Encer, Pekerja Tanpa APD, Kini Libatkan Oknum TNI sebagai “Pengawas”?
Adv.Hutomo Lim.ST., SH.,MH : Dalam Kasus Dugaan Korupsi PJU-TS” Klein Kami PT. ARS, Tidak Ada Keterlibatan !
Dari Istana untuk Rakyat, Bupati Egi Salurkan Bantuan Sapi Kurban Presiden

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 21:08 WIB

Pemerintah Terkesan Menutup Mata Dan Telinga Terhadap Keluhan Masyarakat

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:45 WIB

Ketua Umum Faju Nusantara Raden Bagus Satria S.H.,M.H: angkat bicara terkait berita yang lagi viral

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:35 WIB

Dewan Pengawas Pusat WRC” Habib Muchdar Tegaskan Dirjenpas Kalsel Mulyadi Untuk Intensifkan Razia dan Pengawasan Lapas !

Senin, 29 Desember 2025 - 21:34 WIB

*Perdamaian Kekeluargaan Warnai Klarifikasi Video Viral di Desa Mulya Agung*

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:55 WIB

*Saat Kunjungi Polda Kalsel “Habib Aboe Bakar : Kita Dorong Reformasi Polri Serta Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Guru Sekumpul 2025.*

Berita Terbaru