Disinyalir Bantuan Bibit Padi Oplah Dijual, Ada Dugaan Dinas Pertanian Terlibat Korupsi Berjamaah Dengan Ketua Gapoktan

Tulang Bawang.–
Kumparan88news.com.-
Petani menangis harus menebus bantuan bibit padi OPLAH (Optimalisasi Lahan) program unggulan dari bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menbantu petani agar bisa hidup lebih sejahtera. Dugaan adanya jual beli bantuan bibit padi OPLAH kian mencuat manakala ketua Gapoktan kampung Gedung jaya kecamatan Rawapitu saling lempar tanggung jawab dengan ketua Brigade bagian dari kelompok petani Milenial di kampung yang sama.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi. Dalam program tersebut Kementerian Pertanian RI (KEMENTAN) Tidak sedikit mengucurkan angggaran dan bantuan yang di tujukan ke petani yang ada di penjuru Indonesia, tidak terkecuali untuk gapoktan dan Brigade yang ada di Gedung Jaya Kecamatan Rawa Pitu. Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung.
Tahun 2024 sampai tahun 2025 ini ada dua (2) bentuk bantuan yang di terima oleh (Gapoktan) Gedung jaya dengan luas lahan Normalisasi Lahan (Oplah) seluas 571 hektar lahan sawah, untuk satu hektar lahan sawah Oplah petani wajib menerima uang sebesar.
1. Tahun 2024 dana Oplah Rp. 900.000
2. Tahun 2025 Bibit Padi Unggul ADJIE JAYA.
1. Dalam hal ini dugaan warga dari tahun 2024/2025 ini gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan brigade yang ada di kampung Gedung Jaya ini di duga telah memotong uang Rp 400.000 (Empat Ratus Ribu Rupiah) seharus petani yang mendapat program optimalisasi lahan (Oplah) mendapatkan uang sebesar Rp. 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) tetapi pada tahun 2024. anggaran yang di bagikan atau yang di terima ke pemilik lahan (Oplah) hanya sebesar Rp 500.000 ( Lima Ratus Ribu Rupiah)
2. Bibit padi unggulan dengan merek ADJIE JAYA NETTO 5 Kg, sedangkan satu hektar lahan Oplah petani harus menerima bibit Padi 25 Kg.
Fakta di lapangan Sabtu 09/08/2025 Pukul 16:32 WIB. Awak media dan LSM Mengkonfirmasikan dengan salah satu petani berinisial (WJM) 57 Tahun. Saat di konfirmasi ada tiga (3) petani di luar lahan Oplah yang membeli bibit padi Unggul tersebut.
Ari ketua kelompok tani (Poktan) Karya Jadi menjual bibit padi dengan petani di luar kelompok Oplah.
1. WARJIMAN.
2. WANTO
3. HENDARYANTO.
Satu paket bibit padi unggul di jual seharga Rp. 100.000 ( Seratus Ribu Rupiah) sebesar Netto 5 Kg, sedangkan dalam satu (1) hektar lahan sawah tersebut membutuhkan 25 Kg bibit padi.
Sudah jelas tertulis di kemasan bibit tersebut (TIDAK DI PERJUAL BELIKAN) dalam hal ini ketua kelomok tani (Poktan) KARYA JADI yang bernama Ari sudah jelas melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh (KEMENTAN RI) Hal ini menyebabkan keresahan antar kelompok tani di Gedung Jaya dan menjadi bahan bincang hangat para petani lahan Oplah.
Ketika awak media mempertanyakan kepada petani yang lain, petani menggarab lahan Oplah yang tidak mau di sebut namanya, sebut saja CakCulai yang berusia 50 Tahun menjelaskan bahwa
” Kami tidak mengetahui ada bantuan bibit padi buat lahan Oplah, saya ada lahan Oplah juga bang, Lahan saya itu 2 hektar dan anak mantu saya juga ada 2 hektar belum kawan kawan yang lainnya juga. Tapi kami tidak pernah di beritahu oleh ketua kelompok kami”. Papar CakCulai.
Saat awak media mengkonfirmasi hal tersebut dengan ketua Gapoktan Puji Sasmito di kediaman pribadi nya Sabtu 09/08/2025 Pukul 16: 32 WIB.kerua Gapoktan tersebut menepis hal ini dengan nada sedikit keras itu sudah di bagi dengan petani.
Ketika hal tersebut di laporkan ke dinas pertanian kabupaten Tulang Bawang, oleh pejabat yang bersangkutan hanya di jawab akan segera dilakukan pemanggilan ketua Gapoktan dan poktannya, hingga berita ini naik tayang menjadi konsumsi publik tidak ada informasi lebih lanjut lagi dari pihak dinas pertanian.
Publik, menilai adanya keberanian ketua Gapoktan, ketua Poktan dan ketua Brigade melakukan hal-hal yang berani tanpa rasa takut melanggar hukum, publik mempunyai asumsi dan dugaan bahwa telah terjadi korupsi berjamaah.
(Tim).
Berita bersambung.