*Pemerrintah Rote Ndao, Pasif Menilik Rakyat*

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rote Ndao –
Kumparan88news.com.-

Hujan deras yang mengguyur wilayah barat daya Rote Ndao hari ini, Minggu,(15/03/2026) siang, akses jalan yang menghubungkan Desa Lekik-Batutua tidak bisa di lalui.

Seperti yang terjadi hari ini, masyarakat yang hendak menyeberang harus rela menunggu kurang lebih 2 jam karna banjir yang begitu deras.

Sepasang Suami Istri asal Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat, Semly Adu dan Serly Nalle, akan kunjungi keluarga di Dusun Sotihu Desa Lekik, Kecamatan Rote Barat Daya, saat tiba di cros way yang nyaris putus tidak bisa berbuat banyak, harus rela menunggu 2 jam lebih.

Melalui sambungan telpon Serly Nalle, kepada media ini mengatakan, untung ada keluarga datang membantu menggotong motor ke seberang.

” Saat kotong (kami) tiba ternyata banjir besar,sehingga sonde(tidak) bisa lewat, jadi katong(kami) kembali ke Oederas (Desa Batutua) tunggu sampai 2 jam lebih baru balik lagi. untung ada keluarga datang dan lihat, jadi rame-rame angkat motor ke sebelah kali”, ujar Serly.

Selanjutnya Serly menambahkan, ” Be ke talalu sedih,Tuhan sa yang balas basodara dong pung bae,(saya sangat terharu, Tuhan saja yang membalas kebaikan saudara)”,ungkap Serly.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Terkesan Buta Mata dan Telinga Terhadap Keluhan Masyarakat. namun hingga saat ini belum ada aktifitas sebagai upaya preventif pemerintah meminimalisir rawan kecelakaan di akses penghubung ini.

Bupati Rote Ndao dihubungi Timpost.id, Senin,(02/03/2026) melalui pesan WhatsApp, pesan terkirim. Tapi cuma centang dua.

Bukan cuma akses jalan ini , tapi juga Jalan Propinsi sepanjang -7 KM lingkar Lekik, Dalek Esa di biarkan terbengkalai, tanpa ada perhatian dari dinas terkait.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao, Sony Saban dihubungi Timpost.id melalui pesan whatsaApp, terkait kondisi jalan penghubung ke dua Desa ini mengatakan, menunggu laporan resmii dari Pemerintah Desa Lekik atau kecamatan.

“Kami juga menunggu hasil laporan resmi pihak Desa Lekik atau Kecamatan RBD agar dimasukan dalam SK bencana Kabupaten” ujar Soni melalui pesan WhatsApp.

Yang menjadi tanda tanya saat ini, yang mengalami kondisi sulit akses jalan ini, pemerinrah atau masyarakat, apa lagi jalan ini merapakan salah satu poros penghubung Desa Dalek Esa,Lekik,Batutua dan Sakubatun, dan yang menyampailan aspirasi ini masyarakat atau pemerintah?.

Jika demikian, apakah harus ada korban jiwa, ataukah peserta didik di desa DaLek Esa dan Lekik korbankan masa depan, demi menunggu akses ini aman dan nyaman?.

Oscar Nalle

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 11:20 WIB

*Pemerrintah Rote Ndao, Pasif Menilik Rakyat*

Berita Terbaru

Rote Ndao

*Pemerrintah Rote Ndao, Pasif Menilik Rakyat*

Senin, 16 Mar 2026 - 11:20 WIB