*”BUMN dalam Krisis: Dampak Rangkap Jabatan Wakil Menteri”*

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,–
Kumparan88news.com.-

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali dihadapkan pada kontroversi terkait rangkap jabatan wakil menteri sebagai komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Praktik ini dinilai tidak hanya melanggar undang-undang tetapi juga mengancam integritas kelembagaan dan efisiensi pelayanan publik.
(12/07/2025).

Kefas Hervin Devananda, seorang aktivis dan jurnalis senior yang juga Ketua Departemen OKK Setya Kita Pancasila, menilai bahwa kebijakan ini adalah contoh nyata dari ketidak konsistenan pemerintahan dalam menerapkan prinsip-prinsip good governance. “Rangkap jabatan ini bukan semata soal gaji tambahan atau prestise simbolik. Ini adalah persoalan mendasar tata kelola negara dan pemerintahan,” kata Kefas.

Menurut Pria yang Aktivis 98 ini mengatakan, rangkap jabatan ini berpotensi melemahkan pengawasan terhadap BUMN. “Praktik semacam itu bukan hanya melemahkan pengawasan terhadap BUMN, tetapi juga merusak integritas kelembagaan di tingkat kementerian dan internal perusahaan negara,” ujarnya.

Kebijakan ini juga diduga melanggar beberapa undang-undang, termasuk Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XVII/2019, Pasal 23 UU Kementerian Negara, dan Undang-Undang BUMN Nomor 19/2003. “Tampaknya kekosongan norma hukum ini justru dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menempatkan wakil menteri sebagai komisaris BUMN dengan dalih aturan tidak secara eksplisit melarang,” kata Kefas tegas

Dampak dari rangkap jabatan ini sangat signifikan, termasuk merusak integritas kelembagaan dan membuat BUMN berisiko menjauh dari jatidiri sebagai entitas profesional yang mengutamakan efisiensi dan pelayanan publik. “Logika meritokrasi terancam digantikan oleh logika patronase atau hubungan saling menguntungkan antara penguasa dan klien,” tambahnya lagi[÷]

Facebook Comments Box
Baca Juga:  ATR/BPN Bogor Diguncang Skandal: Diduga Berkas Warga Raib, LSM Tuding Ada Pelanggaran Berat

Berita Terkait

ATR/BPN Bogor Diguncang Skandal: Diduga Berkas Warga Raib, LSM Tuding Ada Pelanggaran Berat
Guru, Pahlawan yang Terlupakan: Kekerasan dan Kriminalisasi dalam Dunia Pendidikan
Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah: Darurat dan Memprihatinkan
*”Kefas Hervin Devananda: PSI Siap Menjadi Partai yang Lebih Terbuka dan Partisipatif”*
Ketua PEWARNA JABAR berpendapat Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Haruslah Mematuhi Aturan yang Ada
Diduga Libatkan Kades, Oknum Linmas Leuwiliang Lakukan Pungli Berkedok THR, Bupati Bogor Bungkam?
“Pilar Demokrasi Terancam: Seruan Tegas Ketua PD Pewarna Jawa Barat untuk Kebebasan Pers
Anniversary Ke 2 INFO WARGA CILEDUG di Apresiasi Direktur LBH Tangerang Dan Camat Ciledug.

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:14 WIB

ATR/BPN Bogor Diguncang Skandal: Diduga Berkas Warga Raib, LSM Tuding Ada Pelanggaran Berat

Minggu, 20 Juli 2025 - 19:44 WIB

Guru, Pahlawan yang Terlupakan: Kekerasan dan Kriminalisasi dalam Dunia Pendidikan

Minggu, 13 Juli 2025 - 21:28 WIB

*”BUMN dalam Krisis: Dampak Rangkap Jabatan Wakil Menteri”*

Selasa, 10 Juni 2025 - 16:50 WIB

Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah: Darurat dan Memprihatinkan

Minggu, 18 Mei 2025 - 08:55 WIB

*”Kefas Hervin Devananda: PSI Siap Menjadi Partai yang Lebih Terbuka dan Partisipatif”*

Berita Terbaru