Ketua BAIN HAM RI Lampung Kritik Keras Proyek Rigid Beton di Tulang Bawang: Desak APH dan BPK RI Audit Fisik ke Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang.-
Kumparan88news.com.-

Kualitas pengerjaan pemeliharaan berkala ruas Jalan Koramil – Pasar Putri Agung di Kelurahan Menggala Tengah kembali menuai polemik. Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Lampung, Ferry Saputra, YS, SH., C.MK, secara tegas melontarkan kritik pedas yang ditujukan kepada Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang.

Kritik tersebut disampaikan Ferry saat wartawan media ini saat menyambangi kediamannya pada Jumat pagi (02/01/2026). Ia menilai, kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan meski baru saja diserahterimakan (PHO) adalah bukti nyata bobroknya pengawasan dan pengerjaan proyek di lingkup Dinas PUPR setempat.

Dalam keterangannya, Ferry Saputra meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan tidak terkesan menutup mata maupun telinga menyaksikan buruknya kualitas proyek tersebut.

“Kami meminta dengan tegas agar BPK RI melakukan audit menyeluruh. Audit jangan hanya sebatas administratif di atas kertas saja, tetapi harus turun langsung ke lapangan. Gunakan peralatan teknis seperti core drill untuk mengetahui secara pasti jenis penyimpangan material dan ketebalan beton yang dipasang,” tegas Ferry.

Sebagai praktisi hukum yang juga memahami standarisasi konstruksi, Ferry memaparkan secara detail prosedur teknis yang seharusnya dilakukan dalam proyek Rigid Beton. Menurutnya, sebuah proyek perkerasan kaku harus dimulai dari perencanaan yang matang, terutama pada lokasi lahan gambut atau rawa seperti di lokasi proyek tersebut.

“Secara teknis, pengerjaan Rigid Beton itu ada tahapannya. Mulai dari penyiapan badan jalan (subgrade) yang harus padat maksimal, penggunaan lapis pondasi bawah, hingga lantai kerja (Lean Concrete). Materialnya pun harus standar, minimal menggunakan mutu beton K-350 atau K-300,” jelas Ferry.
Ia menambahkan bahwa keretakan dan patahnya beton yang terjadi saat ini diduga kuat karena pengabaian komponen vital konstruksi:
1. Ketiadaan Dowel dan Tie Bar: Ferry menduga pengerjaan ini tidak menggunakan besi Dowel (besi polos untuk penyaluran beban antar plat) dan Tie Bar (besi ulir pengikat antar lajur) yang sesuai standar diameter dan jarak pasangnya.
2. Absennya Wiremesh: Pada lahan rawa yang labil, penggunaan wiremesh adalah harga mati untuk mengontrol retakan. “Jika beton patah dalam hitungan hari, besar kemungkinan besi penguatan ini tidak ada atau spesifikasinya dikurangi,” imbuhnya.
3. Prosedur Curing dan Cutting: Retak seribu pada permukaan jalan mengindikasikan proses perawatan (curing) yang buruk serta keterlambatan dalam pemotongan sambungan beton (joint cutting).

Baca Juga:  Kapolres Tulang Bawang Didesak Tangkap Pelaku Pemukulan & Provokator Di Lingkup PEMDA

*Dinas PUPR Tulang Bawang Tetap Bungkam*
Kondisi jalan yang terletak di atas lahan rawa ini seharusnya menjadi perhatian ekstra bagi Dinas PUPR. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak terkait.
Padahal, tautan berita sebelumnya yang berjudul “Baru Seumur Jagung, Proyek Rigid Beton Ruas Jalan Koramil – Pasar Putri Agung Sudah Banyak yang Retak, Diduga Tabrak Spesifikasi Teknis” telah disampaikan kepada pihak Dinas PUPR Tulang Bawang, namun tetap tidak ada tanggapan maupun iktikad baik untuk memberikan penjelasan kepada publik.

Masyarakat dan BAIN HAM RI Lampung kini menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara pada proyek yang diduga dikerjakan asal-asalan tersebut.

(Rls).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

*Dituding Memakai Ijasah Palsu di Media Elektronik, PH Kakam “AM” Mempertimbangkan Langkah Hukum Agar Kedepan Tidak Terulang Lagi.*
*HEBOH! Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Perkebunan Sawit, Polisi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Hilangnya Sepeda Motor*.
Kapolres Tulang Bawang Didesak Tangkap Pelaku Pemukulan & Provokator Di Lingkup PEMDA
Ketua BAIN HAM RI Lampung Kritik Penggunaan Mobil Pribadi oleh SPPG MBG Putra Mandiri Sukses, Pihak SPPG: Kami Sedang Melengkapi Sarana dan Prasarana
Ketua BAIN HAM RI DPW Provinsi Lampung Kritik Tindakan Kapolsek Banjar Agung Melalui Aparat Kampung yang Akan Jemput Paksa Warga Tidak Ikut Ronda Malam
Ketua Majelis Perwatin Adat Marga Aji Menyurati Ketua Adat Sungai Sidang Dan Dua Kepala Desa Prihal Hak Adat Ulayat Sungai Sidang Dan Hak Adat Ulayat Marga Aji.
BAIN HAM RI DPW Prov. LAMPUNG Gelar Agenda Tahunan.
*”Oknum Marinir Patjri Diduga Mafia Solar Backing Pengecoran BBM Subsidi ‘Tangki Setan’ 10 Ton di SPBU 24.345.72, 24.345.27 & 24.345.114 — Wartawan & LSM Diancam Dibunuh, LBH PWRI Kecam Keras dan Desak Kapolri serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali Turun Tangan”*

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:26 WIB

Ketua BAIN HAM RI Lampung Kritik Keras Proyek Rigid Beton di Tulang Bawang: Desak APH dan BPK RI Audit Fisik ke Lapangan

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:19 WIB

*Dituding Memakai Ijasah Palsu di Media Elektronik, PH Kakam “AM” Mempertimbangkan Langkah Hukum Agar Kedepan Tidak Terulang Lagi.*

Senin, 17 November 2025 - 19:39 WIB

Kapolres Tulang Bawang Didesak Tangkap Pelaku Pemukulan & Provokator Di Lingkup PEMDA

Selasa, 4 November 2025 - 21:57 WIB

Ketua BAIN HAM RI Lampung Kritik Penggunaan Mobil Pribadi oleh SPPG MBG Putra Mandiri Sukses, Pihak SPPG: Kami Sedang Melengkapi Sarana dan Prasarana

Sabtu, 1 November 2025 - 12:14 WIB

Ketua BAIN HAM RI DPW Provinsi Lampung Kritik Tindakan Kapolsek Banjar Agung Melalui Aparat Kampung yang Akan Jemput Paksa Warga Tidak Ikut Ronda Malam

Berita Terbaru