Hukrim

Habib Muchdor : Pernyataan Gus Fuad di Medsos, Disinyalir Bernada Kebencian” Harus di Proses Hukum !

Jakarta.–
Kumparan88news.com.-

Dalam ajaran Islam umat muslim atau agama manapun seharusnya bisa bersikap santun menjaga lisan dan senantiasa menjaga adab dan etika dalam menyampaikan adanya perbedaan pendapat terlebih kepada seorang tokoh ulama ” Ujar Habib Muchdor Kamis 3 April 2025.

Pernyataan Gus Fuad Plered yang disinyalir bernada kebencian dan rasisme terhadap ulama kharismatik yang sangat dihormati oleh umat Muslim maupun non-Muslim”Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) yang mana perkataanya telah menimbulkan kegaduhan dan kemarahan bagi keluarga besar Alkhairaat dan mendesak Aparatur penegak hukum Polri untuk segera menindak tegas pelaku demi menjaga kehormatan ulama.

Sebagai mana diketahui berdasarkan video yang beredar di media sosial pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Gus Fuad Plered Kepada Habib Idrus Bin Salim Aljufri, yang merupakan seorang ulama besar, sangat dihormati di dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Muslim pada umumnya, telah menimbulkan reaksi keras, karena ucapannya disinyalir mengandung ujaran kebencian “Gus Fuad yang menyebutkan Istilah nama binatang (Monyet) terhadap
Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) yang saat itu di usulkan sebagai Tokoh Pahlawan Nasional.

Sebagai Pemerhati Publik dan Kebijakan Hukum ” Habib Muchdar Hasan Assegaf menyayangkan sekaligus mengecam atas pernyataan tersebut, karena menurutnya sebagai bentuk penghinaan, yang telah mencederai dan melukai perasaan kami juga masyarakat Indonesia bagian Timur.

Atas pernyataan Gus Fuad Plered yang dianggap merendahkan sosok Guru Tua ini mencerminkan ketidak hati-hatian dalam berbicara serta kurangnya penghormatan terhadap ulama yang telah berjasa, bahkan sangat dihormati di dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Muslim pada umumnya, hal ini tentunya telah menimbulkan reaksi keras ” Ucapnya .

Lebih lanjut Pendiri Organisasi Persaudaraan Timur Raya ( PETIR ) Habib Muchdar Hasan Assegaf , menegaskan, aparat penegak hukum harus secepatnya menangkap pelaku, kemudian diproses dan ditindak sesuai hukum yang berlaku sekalipun dirinya telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, agar menjadi pembelajaran kepada semua pihak.

Selanjutnya “Habib Muchdor yang pernah mengenyam pendidikan di Al Khairaat Palu,menimba ilmu agama sebagai murid Habib Idrus Bin Salim Aljufri ( Guru Tua ) dari sejak madrasah hingga Tsanawiyah meminta kepada pengadilan agar mengeluarkan larangan kepada Fuad Plered untuk berbicara di depan publik seumur hidup, karena ucapan dan narasinya yang tidak mendidik dan memecah belah umat sehingga dikhawatirkan dapat mengundang konflik sosial,” Jelasnya.

Dari peristiwa ini kita bisa memetik hikmahnya bagi seluruh umat muslim agar senantiasa menjaga adab dan etika dalam berkomunikasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan penuh bijaksana , sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama terdahulu ” Ucap Habib Muchdor.

Insya Allah ” Saya pribadi akan menghadiri acara Haul Guru Tua yang ke -57, dan seperti biasanya ribuan umat muslim dari berbagai daerah dan luar negeri datang berziarah menghadiri peringatan Haul Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) di Palu, Sulawesi Tengah.

Acara Haul Guru Tua menjadi momentum untuk bersilaturahmi dan semoga Allah SWT mengganti hinaan ini dengan kemuliaan agar Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengangkat dan menetapkan Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) sebagai Pahlawan Nasional ” Tuturnya.
(Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button